![]() |
| KUNJUNGAN: Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman meninjau Pos Pantau Pengayuan Liang Anggang, Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah pusat memastikan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat menjelang puncak musim kemarau. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman meninjau Pos Pantau Pengayuan Liang Anggang, Banjarbaru, Sabtu (1/8/2026).
Peninjauan dilakukan usai silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kalimantan Selatan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla dan kekeringan.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam didampingi unsur Forkopimda Kalsel, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, serta sejumlah instansi terkait. Rombongan menerima paparan mengenai kondisi terkini karhutla di Kalimantan Selatan, sistem pemantauan titik api, hingga strategi penanganan yang telah disiapkan.
Djamari menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mengendalikan karhutla.
"Dari hasil peninjauan yang saya lakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terhadap sejumlah titik kebakaran, saya merasa optimistis bahwa situasi ini dapat kita tangani. Seluruh dukungan yang diperlukan telah tersedia, sehingga tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi apabila semua pihak bekerja sama," ujarnya.
Ia mengungkapkan pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk pemantauan udara dan operasi modifikasi cuaca sebagai upaya mempercepat penanganan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.
"Saat ini berbagai langkah penanganan telah disiapkan, mulai dari operasi pemantauan hingga operasi modifikasi cuaca. Begitu cuaca mendukung, operasi bisa segera dilakukan, bahkan pada malam hari apabila telah dikoordinasikan dengan pihak bandara," katanya.
Selain kesiapan pemerintah, Djamari menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengajak media massa terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya juga meminta rekan-rekan pers untuk mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan. Persoalan lingkungan pada hakikatnya adalah persoalan keselamatan manusia," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, arahan pemerintah pusat menjadi penguatan bagi seluruh jajaran untuk bergerak lebih cepat, terutama dalam upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
"Kita terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama. Arahan dari pemerintah pusat menjadi penguatan bagi kita semua untuk bergerak cepat, terutama dalam pencegahan dan penanganan karhutla," ujar Hasnuryadi.
Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun selama ini terus dipertahankan sehingga potensi karhutla di Kalimantan Selatan dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.
Penulis: M Faidurrahman
