Lansia 80 Tahun di Guntung Paikat Tak Lagi Terima Bansos, Reza: Data Akan Diverifikasi

DIALOG: Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi berbincang bersama salah satu warga di sela penyaluran bantuan bahan ajar bagi anak usia dini - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi turun langsung mengecek kondisi warga setelah menerima laporan pasangan lanjut usia yang tidak lagi menerima bantuan sosial, meski stiker bantuan masih terpasang di rumah mereka.

Pasangan tersebut diketahui berusia lebih dari 80 tahun dan berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah. Pemerintah kelurahan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memverifikasi dan memperbarui data mereka.

Reza mengatakan, temuan itu bermula saat dirinya bersama Pokja Bunda PAUD menyalurkan bantuan bahan ajar bagi anak usia dini di Kelurahan Guntung Paikat, Selasa (8/9/2026).

Di sela kegiatan, pihaknya menerima laporan warga RT 007 RW 005 mengenai pasangan lansia yang tidak lagi memperoleh bantuan sosial.

“Saat ada laporan warga, kami perlu hadir untuk melihat langsung persoalannya dan memastikan ada tindak lanjut sesuai kewenangan,” ujar Reza.

 

Reza bersama staf Kesejahteraan Sosial (Kesos) dan Ekonomi Pembangunan (Ekobang) kemudian mendatangi rumah pasangan tersebut.

Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi sosial dan tempat tinggal sekaligus mencocokkannya dengan data yang tercatat.

Dari hasil kunjungan, keduanya merupakan pasangan suami istri berusia lebih dari 80 tahun dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah dan penghasilan sangat terbatas.

Namun, berdasarkan data yang tersedia, keduanya masih tercatat dalam desil 6–10 sehingga belum masuk kelompok prioritas penerima sejumlah program bantuan sosial.

Menurut keterangan Ketua RT 007 RW 005, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan proses sensus atau pemutakhiran data. Saat pendataan berlangsung, warga yang bersangkutan sedang berada di Palangka Raya mengunjungi anaknya.

Terdapat kendala pada data kependudukan sehingga pencatatan disebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Reza mengatakan, kondisi di lapangan akan disampaikan kepada pihak terkait untuk dilakukan verifikasi. Jika memenuhi persyaratan, pasangan tersebut dapat dipertimbangkan untuk diusulkan dalam program bantuan.

“Melihat kondisi nyata di lapangan, kami menilai warga tersebut perlu mendapatkan perhatian dan dapat diusulkan dalam program bantuan sosial, seperti PKH bagi lansia, BPNT atau sembako, maupun bantuan pangan lainnya,” katanya.

Meski demikian, usulan dari kelurahan tidak otomatis menjadikan warga sebagai penerima bantuan. Penetapan tetap mengikuti kriteria dan mekanisme masing-masing program.

“Kami tidak ingin warga yang memang membutuhkan justru terlewat karena persoalan data. Kami akan terus berkoordinasi agar kondisi riil warga ini dapat diverifikasi dan datanya diperbarui sesuai ketentuan,” ujar Reza.

Menurutnya, pengecekan langsung menjadi penting agar data sosial masyarakat tidak hanya benar secara administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Sementara itu, bantuan bahan ajar yang menjadi agenda awal kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang didistribusikan melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru untuk anak usia dini dari keluarga kurang mampu.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama