![]() |
| AKSI SOSIAL: Penyaluran air bersih untuk warga Sungai Ulin Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Sumur warga mulai mengering akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi itu membuat warga RT 19, Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Rabu (16/9/2026).
Ribuan liter air bersih disalurkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Banjarbaru bersama BPBD Kota Banjarbaru dan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Banjarbaru.
Bagi warga, bantuan tersebut datang ketika sumber air dari sumur mulai sulit diandalkan. Pasokan air digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau masih berlangsung.
Rubiati, istri Ketua RT 19, mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia mengatakan warga masih akan mendapatkan pasokan air apabila persediaan yang diterima kembali habis.
“Air bersih yang sidin berikan ke warga kami sangat berterima kasih banget. Hari ini setelah diisi dengan air bersih, kalau sudah habis diisi lagi kata Ibu Wali Kota. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya Ibu Wali Kota,” ucapnya.
Warga lainnya, Jumilah, berharap distribusi air bersih dapat dibarengi solusi untuk memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan.
Ia mengusulkan adanya pembangunan sumur bor serta pemasangan jaringan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
“Warga sini juga berharap ada bantuan dari Ibu Wali Kota, adanya sumur bor dan pemasangan PDAM gratis. Alhamdulillah, sekali lagi kedatangan air bersih ini sungguh-sungguh bermanfaat sekali untuk warga Sungai Ulin,” ujarnya.
Permintaan tersebut menjadi gambaran kebutuhan warga terhadap sumber air yang lebih permanen. Sebab, persoalan kekeringan berpotensi kembali dirasakan ketika musim kemarau panjang terjadi.
Sementara itu, penyaluran air bersih menjadi respons cepat pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya penanganan jangka pendek dan jangka panjang dalam menghadapi dampak kemarau, terutama bagi kawasan yang sumber air warganya mulai berkurang.
Selama kondisi kemarau masih berlangsung, distribusi air bersih diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari mencari solusi sumber air yang lebih berkelanjutan.
Penulis: M Faidurrahman
