HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Mahasiswa keperawatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama pemerintah dan masyarakat menggelar aksi menjaga kelestarian Sungai Kemuning melalui pembersihan bantaran dan lomba penangkapan ikan sapu-sapu di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, 9–10 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk Bakti Lingkungan GORKAT (Gotong Royong Guntung Paikat) ini menggabungkan upaya menjaga kebersihan sungai dengan pengendalian ikan invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Pada Jumat (9/10/2026), peserta bergotong royong membersihkan bantaran Sungai Kemuning. Kegiatan dilanjutkan sehari kemudian melalui lomba menangkap ikan sapu-sapu untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai.
Aksi tersebut melibatkan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners FKIK ULM Kelompok E dan F Angkatan 2026 serta mahasiswa Praktik Lapangan Jurusan Keperawatan FKIK ULM Angkatan 2023.
Kegiatan ini diprakarsai Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Pemerintah Kelurahan Guntung Paikat, dan Puskesmas Banjarbaru Selatan. Pengurus RT/RW, petugas bantaran sungai, dan warga setempat turut berpartisipasi.
Ketua Tim Kerja Karantina Ikan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, Irwan Fakhriza, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan invasif yang dapat merugikan ekosistem perairan.
“Ikan sapu-sapu yang sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu jenis ikan invasif yang sangat merugikan ekosistem perairan di lingkungan kita,” ungkap Irwan.
Menurutnya, kegiatan bersama masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan keberadaan ikan tersebut agar tidak semakin mengancam ikan lokal di perairan Banjarbaru.
Irwan menyebut pemetaan ikan invasif juga dilakukan di lokasi lain di Kalimantan Selatan. Di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, perhatian diarahkan pada ikan lohan, sedangkan di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, pemetaan dilakukan terhadap ikan sapu-sapu.
Ia juga menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu dapat berkembang biak dengan cepat, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.
![]() |
| GOTONG ROYONG: Aksi membersihkan Sungai Kemuning - Foto Dok Tim Redaksi |
Keperawatan Tak Hanya Berfokus pada Penyakit
Ketua Jurusan Keperawatan FKIK ULM, Dr. Herawati, Ns., M.Kep., mengatakan GORKAT sejalan dengan pengembangan keilmuan keperawatan berbasis lahan basah. Bantaran sungai menjadi salah satu lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, peran keperawatan tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan lingkungan, mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan pengetahuan di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut juga menjadi ruang pembelajaran mengenai hubungan antara kebersihan lingkungan dan upaya menjaga kesehatan.
Kegiatan GORKAT turut dihadiri Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi, Camat Banjarbaru Selatan, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan, serta Ketua Jurusan Keperawatan FKIK ULM.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, instansi karantina, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam satu aksi bersama.
Para pihak berharap semangat gotong royong tidak berhenti pada kegiatan dua hari tersebut, tetapi berlanjut melalui kebiasaan menjaga kebersihan bantaran sungai dan kepedulian terhadap keseimbangan ekosistem Sungai Kemuning. (MFR)

