PBNU Tetapkan Muktamar NU Ke-35 Digelar 1-5 Agustus 2026

RAMAI: Suasana kegiatan Nahdlatul Ulama dalam salah satu agenda organisasi berskala nasional - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi menetapkan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu akan diawali dengan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada Juni 2026.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keputusan jadwal pelaksanaan muktamar telah disepakati dalam rapat internal PBNU.

“Muktamar NU insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2026,” ujar Gus Ipul, Kamis (7/5/2026).

Meski jadwal sudah ditetapkan, lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 hingga kini masih dalam tahap pembahasan. Sejumlah wilayah telah mengusulkan diri menjadi tuan rumah, di antaranya Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

PBNU, kata Gus Ipul, masih mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menentukan lokasi final pelaksanaan forum tertinggi NU tersebut.

“Semuanya nanti tergantung hasil rapat dengan mempertimbangkan akses, sarana-prasarana, dan waktu persiapan yang cukup pendek,” jelasnya. 

Sebelum muktamar digelar, PBNU akan lebih dulu melaksanakan Munas Alim Ulama dan Konbes pada Juni 2026. Forum tersebut akan membahas berbagai materi strategis yang nantinya menjadi bahan pembahasan dalam muktamar.

“Hasil Munas dan Konbes itu akan dijadikan materi dalam muktamar,” kata Gus Ipul.

Selain penyusunan materi, PBNU juga tengah mematangkan struktur kepanitiaan. Susunan panitia disebut telah diserahkan kepada Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf untuk segera ditetapkan melalui surat keputusan resmi.

PBNU juga terus melakukan percepatan penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan wilayah dan cabang yang sebelumnya sempat tertunda.

Gus Ipul memastikan seluruh proses penerbitan SK dilakukan sesuai mekanisme organisasi dan membantah isu yang menyebut adanya SK yang sengaja tidak ditandatangani.

“Semua SK ditandatangani setelah melalui penelitian dan penelaahan sesuai ketentuan organisasi,” tegasnya.

Terkait bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya kepada para muktamirin yang akan menentukan pilihan dalam forum muktamar nanti.

Ia juga kembali menegaskan belum memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

“Saya tidak mencalonkan diri. Masih banyak yang lebih pas dan saya merasa belum pantas menjadi ketua,” tutupnya.

Sumber: Detik.com

Lebih baru Lebih lama