BPBD Banjarbaru Ungkap 21 Titik Hidran Bermasalah, Armada Diminta Isi Tangki Penuh

KEBAKARAN: Petugas BPBD dan relawan melakukan pemadaman karhutla di wilayah Guntung Manggis, Banjarbaru - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - BPBD Kota Banjarbaru mengungkapkan sebanyak 21 dari 49 titik hidran yang tersebar di wilayahnya mengalami kendala teknis. Menyikapi kondisi tersebut, seluruh armada pemadam kebakaran diminta berangkat menuju lokasi kebakaran dengan tangki air terisi penuh agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terkendala pasokan air.

Langkah itu diambil setelah BPBD melakukan pendataan dan evaluasi terhadap kondisi hidran di lapangan di tengah meningkatnya potensi karhutla selama musim kemarau.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Banjarbaru, Bahrani, mengatakan hasil pendataan menunjukkan terdapat 49 titik hidran di Kota Banjarbaru.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 titik atau sekitar 57,14 persen berada dalam kondisi baik dan siap digunakan. Sementara 21 titik lainnya atau 42,86 persen mengalami berbagai kendala sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Hasil pengecekan lapangan menunjukkan ada 12 titik hidran yang secara fisik utuh, tetapi sama sekali tidak mengeluarkan air. Sementara sembilan titik hidran lainnya dalam kondisi rusak fisik total sehingga tidak dapat dimanfaatkan," ujar Bahrani, Senin (27/7/2026).


Melihat kondisi tersebut, BPBD meminta seluruh satuan pemadam kebakaran maupun Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta tidak bergantung pada hidran yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Menurut Bahrani, kesiapan armada sejak berangkat menjadi faktor penting agar proses pemadaman tidak terhambat akibat minimnya pasokan air.

"Strategi kita, jangan pernah berangkat menuju lokasi kejadian dengan tangki kosong lalu berharap pada hidran di titik api. Sebelum berangkat, posisi tangki harus penuh. Begitu selesai pemadaman, langsung isi penuh kembali sebelum kembali ke posko," tegasnya.

Ia menjelaskan masih terdapat sejumlah titik hidran yang berfungsi dengan baik, di antaranya berada di depan kantor kelurahan dan beberapa lokasi yang berdekatan dengan posko utama sehingga masih dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pengisian air.

Selain memastikan kesiapan armada, BPBD juga berupaya menjaga agar pengambilan air untuk pemadaman tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.

Bahrani mengatakan pengambilan air secara langsung dari jaringan hidran di tengah musim kemarau berpotensi memengaruhi tekanan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.

Karena itu, BPBD Banjarbaru telah berkoordinasi dan menyampaikan surat resmi kepada PTAM Intan Banjar agar relawan dapat melakukan pengisian air langsung di instalasi produksi sesuai prosedur yang berlaku.

"Pengambilan air jangan sampai mengganggu aliran ke rumah warga. Kita sudah berkoordinasi dan bersurat ke PDAM agar diberikan izin mengambil air di instalasi produksi. Tinggal menunggu jawaban resmi agar pengisian armada bisa dilakukan sesuai prosedur," pungkas Bahrani.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama