Kabut Asap Mulai Berdampak, Kasus ISPA di Landasan Ulin Tembus 100 Pasien per Pekan

KARHUTLA: Kebakaran lahanenjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) - Foto Dok BPBD Banjarbaru

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat Banjarbaru. Puskesmas Landasan Ulin mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak awal Mei hingga pertengahan Juli 2026, seiring mulai munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah pasien ISPA meningkat signifikan dari rata-rata sekitar 70 kasus menjadi lebih dari 100 kasus setiap pekan.

Berdasarkan pemantauan mingguan, tren kenaikan terjadi secara bertahap sejak minggu ke-18 hingga minggu ke-28. Peningkatan tersebut beriringan dengan mulai meluasnya kabut asap di sejumlah wilayah Banjarbaru selama musim kemarau.

Kepala Puskesmas Landasan Ulin, Imam Muftadi, mengatakan peningkatan jumlah pasien memang belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), namun sudah menjadi perhatian karena menunjukkan dampak awal kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

"Dalam kondisi normal, kasus ISPA yang kami tangani sekitar 70 pasien per pekan. Namun, beberapa pekan terakhir jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 100 pasien, bahkan mencapai 100 hingga 102 kasus pada minggu ke-26 dan ke-28," ujarnya, Senin (27/7/2026).

 

Menurut Imam, wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin yang meliputi Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan Landasan Ulin Utara merupakan kawasan yang cukup rentan terdampak karhutla.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien, Puskesmas Landasan Ulin telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru guna memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan.

Langkah yang dilakukan meliputi penambahan stok masker, obat-obatan ISPA, vitamin, serta perlengkapan kesehatan lainnya agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA. Fokusnya pada pemenuhan kebutuhan masker, obat-obatan, dan perlengkapan kesehatan lainnya agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," katanya.

Selain memperkuat kesiapan logistik kesehatan, Puskesmas Landasan Ulin juga membagikan masker secara gratis kepada setiap pasien yang datang dengan keluhan gangguan saluran pernapasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan yang lebih berat.

"Setiap pasien yang datang dengan keluhan gangguan saluran pernapasan langsung kami tangani. Kami juga membagikan masker secara gratis sebagai upaya mengurangi paparan asap dan mencegah risiko yang lebih berat," ucapnya.

Imam mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap mulai muncul. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta selalu menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap mulai muncul. Jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker agar risiko gangguan saluran pernapasan bisa diminimalkan," tutupnya.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama