![]() |
| KARHUTLA: Salah satu kelompok relawan karhutla sedang mengisi air ke tangki armada mereka - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, terkendala minimnya pasokan air akibat banyak hidran yang tidak berfungsi. Kondisi itu membuat relawan pemadam kebakaran harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengisi ulang tangki armada.
Kesulitan memperoleh sumber air dinilai memperlambat proses pemadaman di lapangan, terutama saat titik api berada jauh dari hidran yang masih aktif.
Anggota Fire Rescue Guntung Manggis (GTM), Yuda Purba, mengatakan sebagian besar hidran di kawasan Guntung Manggis saat ini tidak dapat digunakan.
"Untuk hidran di Guntung Manggis sulit, Pak. Nggak ada yang aktif semua," ujar Yuda.
Menurutnya, terdapat tiga titik sumber air yang relatif dekat dengan lokasi kebakaran, yakni di kawasan Guntung Paring, Danau Seran, dan belakang Bekantan. Namun, ketiga lokasi tersebut belum dapat diandalkan karena keterbatasan akses maupun pasokan air.
Akibatnya, armada pemadam terpaksa mengambil air dari hidran aktif yang berada cukup jauh, seperti di kawasan Wengga dan sekitar Bundaran Palam.
"Jauh, lumayan jauh kami untuk mendatangi dan mendekatinya. Jadi memakan waktu. Yang seharusnya bisa ambil air di dekat lokasi kebakaran, ini malah harus muter lebih jauh," katanya.
Yuda berharap fasilitas hidran di kawasan rawan kebakaran dapat segera diaktifkan kembali agar proses pemadaman lebih efektif.
"Harapan kami dari relawan, fasilitas hidran bisa dibukakan dan diaktifkan kembali. Sementara ini dulu untuk penanganan kebakaran kita, karena saat ini betul-betul sulit air," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, relawan berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk mengoptimalkan fungsi hidran di kawasan rawan karhutla.
Penulis: M Faidurrahman
