Bupati HSS Dorong Lahirnya Motif Sasirangan Baru Berbasis Kearifan Lokal

SOSOK: Ketua Dekranasda Kabupaten HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor berdialog dengan salah satu peserta lomba - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Syafrudin Noor resmi membuka Lomba Motif Sasirangan Tahun 2026 di Pendopo Bupati HSS, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor.

Mengusung tema "Lestarikan Motif, Banggakan Budaya", kegiatan ini menjadi wadah bagi para perajin sasirangan untuk menghadirkan karya-karya baru yang mengangkat kekayaan budaya serta kearifan lokal Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Jadi Kabupaten HSS Tahun 2026 yang akan diperingati pada Desember mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati HSS H. Suriani, Sekretaris Daerah Kabupaten HSS, jajaran kepala perangkat daerah, pengurus Dekranasda, dewan juri, serta para peserta lomba.

Ketua Dekranasda Kabupaten HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor mengatakan, lomba diikuti 13 perajin sasirangan dari berbagai wilayah di Kabupaten HSS. Kompetisi dibagi dalam dua kategori, yakni pewarna kimia dan pewarna alam.

Para peserta ditantang menciptakan motif yang memadukan unsur Gunung Kantawan, anggrek, dan bambu sebagai representasi kekayaan alam sekaligus identitas khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Menurut Mustaidah, lomba tersebut juga menjadi momentum untuk mengangkat nilai sejarah daerah melalui tema Hari Jadi Kabupaten HSS Tahun 2026 yang berfokus pada penghormatan kepada para pahlawan daerah.

"Melalui tema tersebut, kita ingin mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa tanah kelahiran kita telah melahirkan banyak tokoh dan pahlawan yang berjasa bagi daerah maupun bangsa. Sudah sepatutnya jasa dan pengorbanan mereka terus dikenang serta diwariskan kepada generasi penerus sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas perjuangan yang telah mereka berikan," ujarnya.


Sementara itu, Bupati H. Syafrudin Noor berharap lomba tersebut mampu melahirkan motif sasirangan yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan karakter dan jati diri Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Motif yang dihasilkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mengandung makna, cerita, dan identitas Hulu Sungai Selatan," tegasnya.

Ia menilai para perajin sasirangan di Kabupaten HSS memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing dengan daerah lain. Karena itu, Pemerintah Kabupaten HSS berkomitmen memberikan dukungan melalui pembinaan, promosi, serta penyediaan berbagai ruang kreatif agar produk sasirangan semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih luas.

"Kita harus terus mendukung para perajin agar mampu menghasilkan karya terbaik dan memperluas pasar sasirangan sebagai salah satu kebanggaan daerah," tambahnya.

Usai membuka kegiatan, Bupati bersama Wakil Bupati dan Ketua Dekranasda meninjau hasil karya para peserta. Mereka juga menyimak paparan setiap perajin mengenai filosofi, inspirasi, serta proses kreatif di balik motif yang diperlombakan.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap lahir motif-motif sasirangan yang inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Karya-karya tersebut diharapkan mampu menjadi identitas baru daerah, memperkuat pelestarian warisan budaya, sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama