![]() |
| HANGUS: Sepeda motor milik pria diduga pencuri ayam dibakar massa - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, BALI - Seorang pria berinisial KD tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai kepergok mencuri seekor ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu menyisakan duka mendalam karena korban diketahui meninggalkan tiga orang anak.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan KD diduga tertangkap basah saat mencuri seekor ayam milik warga berinisial IWAS (31).
Menurut Wiwik, aksi tersebut memicu kemarahan warga karena wilayah itu sebelumnya kerap mengalami kasus kehilangan ayam.
"Aksi pencurian tersebut diketahui warga dan memicu kemarahan spontan dari masyarakat setempat mengingat di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam sebelumnya. Warga merasa resah dan geram," kata Wiwik, Minggu (26/7/2026).
Massa kemudian diduga melakukan pengeroyokan hingga KD meninggal dunia di lokasi. Sepeda motor yang digunakan korban juga dibakar.
Saat anggota Polsek Baturiti tiba sekitar pukul 02.00 WITA, KD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, antara lain seekor ayam milik korban pencurian, sebilah golok, dan sebuah tas milik KD.
"Jenazah terduga pelaku dievakuasi ke Rumah Sakit Semara Ratih untuk dilakukan penanganan. Kami juga menghubungi Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan untuk melakukan olah TKP dan identifikasi sidik jari terduga pelaku," ujar Wiwik.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
"Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak," ucap Sanjaya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, I Made Sutama, mengungkapkan KD meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan anak bungsunya masih kelas 1 SD.
"Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya," ujar Sutama.
Sutama mengatakan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD dan hingga kini belum mengajukan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
Ia juga menyesalkan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan korban meninggal dunia. Menurutnya, siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana seharusnya diproses sesuai hukum yang berlaku, bukan melalui tindakan kekerasan.
"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," katanya.
Penulis: Tim Redaksi
