LPG 3 Kg Rp18.500 Diserbu Warga, Disdag Banjarbaru Siapkan Pasar Murah Lanjutan

Warga Banjarbaru mengantre membeli LPG 3 kilogram bersubsidi seharga Rp18.500 pada pasar murah yang difasilitasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin.
RAMAI: Suasana antrian pembelian LPG 3 kilogram di pasar murah yang diadakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pasar murah LPG 3 kilogram yang difasilitasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin disambut antusias masyarakat Banjarbaru. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli elpiji subsidi seharga Rp18.500 per tabung atau sesuai harga pangkalan dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Kegiatan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah sulitnya memperoleh pasokan LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Banjarbaru, Muriani, mengapresiasi inisiatif Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin yang menggandeng pemerintah daerah menghadirkan operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi.

Menurut Muriani, pelaksanaan pasar murah tersebut merupakan bagian dari agenda Kantor Imigrasi yang meminta Disdag Banjarbaru memfasilitasi koordinasi dengan Pertamina. Selanjutnya, Disdag juga menggandeng Agen Penyalur LPG Publik Massal (APM) agar distribusi elpiji subsidi kepada masyarakat dapat berjalan lancar.

"Sebenarnya ini agenda Imigrasi. Cuma mereka minta kita memfasilitasi ke Pertamina untuk sekalian operasi pasar gas LPG 3 kg subsidi. Jadi kita gandeng pula Agen Penyalur LPG Publik Massal (APM) untuk pasar murah ini," ujar Muriani.

 

Ia menilai kolaborasi tersebut sangat membantu Pemerintah Kota Banjarbaru, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya frekuensi pelaksanaan pasar murah oleh pemerintah daerah.

"Alhamdulillah kita merasa terbantu. Dengan efisiensi, frekuensi pasar murah dari kita kan jadi berkurang. Apalagi dalam kondisi ekonomi seperti ini, kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekitar," katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok, Disdag Banjarbaru telah menyiapkan agenda operasi pasar berikutnya.

Muriani mengungkapkan, pihaknya berencana menggelar operasi pasar non-subsidi bersama Bulog dan Pertamina pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Komoditas yang akan dijual meliputi beras, minyak goreng, dan LPG.

Sementara itu, operasi pasar bersubsidi dijadwalkan kembali digelar setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan disahkan. Disdag Banjarbaru menargetkan sekitar 10 kali pelaksanaan pasar murah bersubsidi mulai September 2026.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama