HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali memperkuat komitmen membangun daerah yang inklusif dengan membekali 25 penyandang disabilitas melalui Program Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Angkatan IX Tahun 2026.
Program yang digelar di PRSPD Iskaya Banaran ini tidak hanya memberikan layanan rehabilitasi sosial, tetapi juga pelatihan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, mengatakan setiap penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh kesempatan dalam berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, program rehabilitasi sosial dirancang untuk meningkatkan kemandirian peserta melalui pembinaan karakter, penguatan kemampuan sosial, hingga pengembangan keterampilan yang sesuai dengan potensi masing-masing.
"Program ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat pelayanan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan. Kami berharap para peserta memperoleh pendampingan, pelatihan, penguatan kapasitas, motivasi, serta dukungan untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing," kata Farhanie di Banjarbaru, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, rehabilitasi sosial menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam memperluas akses penyandang disabilitas terhadap pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, hingga kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
Ia juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas dengan lebih mengedepankan kemampuan dibanding keterbatasannya.
"Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas mampu berkarya, berprestasi, berwirausaha, bekerja secara profesional, bahkan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mari bersama-sama membangun Kalimantan Selatan yang semakin inklusif, ramah disabilitas, dan berkeadilan sosial," ujarnya.
Sementara itu, Kepala PRSPD Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi, menjelaskan program tahun ini diikuti 25 peserta laki-laki yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Peserta terdiri atas 16 penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, tujuh penyandang disabilitas intelektual, dan dua penyandang disabilitas mental.
Selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026, mereka akan mengikuti pembinaan karakter serta pelatihan keterampilan di bidang Tata Boga, Tata Busana, Barbershop, Komputer, dan Servis Motor.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap para peserta memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara mandiri.
Penulis: M Faidurrahman
