![]() |
| DIALOG: Gubernur Kalsel H. Muhidin saat mengunjungi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kramat Jati - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera mengimplementasikan Sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah memperkuat sistem merit dan meningkatkan kualitas birokrasi.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin usai mengikuti Ekspose Manajemen Talenta bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Gedung BKN, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Ekspose tersebut dihadiri Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono, jajaran BKN, serta kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Forum tersebut menjadi bagian dari proses validasi kesiapan Pemprov Kalsel dalam menerapkan sistem merit melalui pemetaan kompetensi dan kinerja ASN sebagai dasar pengisian jabatan secara objektif, profesional, dan berbasis prestasi.
Gubernur Muhidin mengatakan hasil pemaparan bersama BKN memberikan gambaran mengenai tahapan yang masih perlu disempurnakan sebelum sistem tersebut diterapkan secara menyeluruh.
"Alhamdulillah hari ini sudah dipaparkan dengan baik. Memang masih ada tiga pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, tetapi Alhamdulillah semuanya bisa kita selesaikan. Insyaallah sistem Talenta ini akan kita laksanakan karena sangat bagus untuk menilai kinerja pegawai ASN yang ada di Kalsel," ujarnya.
Menurut Muhidin, penerapan Sistem Manajemen Talenta akan memudahkan pemerintah memetakan kompetensi, potensi, dan kinerja ASN di seluruh jenjang jabatan, mulai dari eselon IV, eselon III B, eselon III A, hingga eselon II B dan II A.
Melalui pemetaan tersebut, proses pembinaan, pengembangan karier, hingga pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih objektif, transparan, dan sesuai kompetensi masing-masing pegawai.
"Ke depan kita harus memiliki pemetaan mulai dari eselon IV, eselon III B, eselon III A, eselon II B sampai eselon II A. Masing-masing punya tempatnya sendiri sehingga kita bisa menilai kinerja maupun kompetensi setiap ASN," katanya.
Ia menambahkan, sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kemampuan dan capaian kinerja.
"Inilah mudahnya menggunakan sistem Talenta. Alhamdulillah hari ini sudah kita sampaikan dan ke depan kita sudah bisa menggunakannya," tutup Muhidin.
Penulis: M Faidurrahman
