![]() |
| PELATIHAN: Suasana Kelas Literasi Digital bagi pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Banjar oleh Dispersip Banjar - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyebaran konten literasi digital.
Dorongan tersebut disampaikan saat pembukaan Kelas Literasi Digital bagi pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Banjar di Aula Demang Lehman Dispersip, Martapura, Selasa (18/8/2026) sore.
Kepala Dispersip Banjar Hj Kencana Wati, yang diwakili Sekretaris Hj Yuliarty, mengatakan generasi muda dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar konten edukatif melalui media sosial.
“Dengan Kelas Literasi Digital, kita ingin mempromosikan program perpustakaan, pengembangan budaya baca dan literasi di masyarakat, melalui konten kreatif dan inspiratif,” ujar Yuliarty saat membuka kegiatan di Aula Demang Lehman Dispersip, Martapura.
Yuliarty yang juga Plt Kabid Perpustakaan menilai perkembangan teknologi informasi membuat perpustakaan harus bertransformasi. Perpustakaan tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat membaca dengan koleksi buku, tetapi perlu hadir sebagai pusat informasi yang mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, transformasi tersebut menjadi kebutuhan agar perpustakaan tetap relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar hingga kalangan profesional.
“Ini bukanlah sebuah pilihan tetapi menjadi suatu keharusan. Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat informasi yang hidup dan dinamis, penuh dengan berbagai teknologi canggih, perpustakaan menjadi tempat yang menarik dan relevan untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga profesional,” katanya.
Selain menjadi pusat informasi, Yuliarty mengatakan perpustakaan juga dituntut berkembang sebagai ruang sosial yang inklusif. Fungsinya tidak hanya untuk membaca dan belajar, tetapi juga menjadi tempat berkolaborasi, bertukar gagasan, serta mengembangkan kreativitas.
Karena itu, Dispersip Banjar mendorong produksi konten informasi dan pengetahuan dalam format multimedia melalui media sosial.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menyesuaikan layanan perpustakaan dengan perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin banyak mengakses informasi melalui berbagai platform media sosial.
“Upaya ini penting karena merupakan bagian dari upaya perpustakaan menyikapi perubahan demografi dan perilaku milenial yang saat ini cenderung mengakses informasi melalui berbagai saluran media sosial,” jelas Yuliarty.
Ia menambahkan, Kelas Literasi Digital juga diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai etika berinternet. Hal itu penting untuk membantu pelajar menyaring informasi dan mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kelas Literasi Digital tersebut menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Banjar.
Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Banjar sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui program “Seibu Pertiwi: Sehari Bersama Buku”.
Dalam kegiatan tersebut, Dispersip Banjar menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Banjar, Nabila Shofaa, serta dari Polres Banjar, Aiptu Harry Sevie Anton.
Keduanya memberikan pemahaman mengenai penggunaan media digital kepada para peserta.
Materi yang diberikan mencakup pentingnya etika berinternet, cara menyaring informasi, serta upaya mengantisipasi penyebaran berita bohong dan perundungan siber atau cyberbullying.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pembuat dan penyebar konten yang edukatif serta inspiratif.
Sumber: MC Kabupaten Banjar
