Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026 Resmi Terpilih, Wakil Kabupaten Banjar dan Tabalong Raih Gelar Tertinggi

SEMARAK: Pelaksanaan Grand Final Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar dan Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong resmi dinobatkan sebagai Nanang Cilik dan Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026. Keduanya berhasil menyisihkan 38 finalis lainnya dalam Grand Final Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (2/8/2026).

Ajang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan itu diikuti 40 finalis dari 11 kabupaten/kota. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Banua sejak usia dini.

Selain menetapkan juara utama, dewan juri juga memilih Raffa Akbar dari Kota Banjarmasin dan Noor Fathiya Hanifa dari Kabupaten Tapin sebagai juara II. Sementara juara III diraih Genta Pateh dari Kabupaten Tabalong dan Moza Irfa Aisyana Kamila dari Kota Banjarmasin.

Mewakili Gubernur Kalsel, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan Dinansyah mengapresiasi seluruh peserta yang telah melalui proses seleksi sejak tingkat kabupaten dan kota. Ia berharap pada penyelenggaraan berikutnya seluruh daerah di Kalimantan Selatan dapat mengirimkan wakil sehingga ajang ini semakin merepresentasikan kekayaan budaya Banua.

"Tampillah dengan percaya diri dan bangga terhadap daerah asal masing-masing. Gunakan bahasa Banjar dengan baik karena itu merupakan bagian dari identitas budaya kita," ujarnya.


Ia juga mengingatkan para finalis agar menerima hasil penilaian dengan lapang dada serta terus menjadi teladan dalam melestarikan budaya daerah di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Tenaga Ahli Gubernur Kalsel sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi, menilai para pemenang merupakan aset daerah yang diharapkan mampu menjadi duta budaya sekaligus menginspirasi anak-anak lain untuk mencintai warisan budaya Banua.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya Kalimantan Selatan semakin dikenal dan diwariskan kepada generasi muda," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto menegaskan bahwa Pemilihan Nanang Galuh Cilik bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya.

Menurutnya, anak-anak yang mengikuti ajang tersebut bukan hanya belajar tampil percaya diri, tetapi juga mengenal bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, hingga nilai-nilai budaya Kalimantan Selatan.

"Budaya akan tetap hidup apabila dikenalkan, dicintai, dan diteruskan oleh generasi mudanya. Karena itu, Nanang Galuh Cilik merupakan bagian dari masa depan kebudayaan Banua," tutup Eddy.

Penulis: M Faidurrahman 

Lebih baru Lebih lama