![]() |
| BARANG SITAAN: Penampakan miras sitaan hasil Operasi Sikat II Intan 2026 Polda Kalsel - Foto Dok Istimewa |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Polres berhasil mengungkap ratusan kasus kriminal dalam Operasi Sikat II Intan 2026. Selama 15 hari pelaksanaan operasi, aparat kepolisian meringkus 126 tersangka dan menyita ratusan barang bukti, mulai dari narkotika, senjata tajam, kendaraan hasil kejahatan hingga ribuan botol minuman keras.
Keberhasilan operasi tersebut dipaparkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel dalam konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (6/8/2026).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol. Frido Situmorang, mengatakan Operasi Sikat II Intan 2026 berlangsung sejak 17 hingga 31 Juli 2026 dengan melibatkan 333 personel, terdiri dari 182 personel Polda Kalsel dan 151 personel Polres jajaran.
"Operasi ini merupakan langkah konkret kami dalam menekan angka kriminalitas dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di Kalimantan Selatan," ujarnya.
Operasi difokuskan di lima wilayah hukum, yakni Polresta Banjarmasin, Polres Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
Dari 94 laporan polisi yang ditangani, penyidik berhasil mengamankan 126 tersangka, terdiri atas 118 pria dan delapan perempuan.
Sebanyak 114 tersangka diamankan dalam Operasi Sikat II Intan dengan 89 laporan polisi, sedangkan 12 tersangka lainnya ditangkap dari pengungkapan lima kasus kejahatan jalanan atau 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).
Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita berbagai barang bukti hasil kejahatan maupun barang yang digunakan untuk melakukan tindak pidana.
Barang bukti tersebut meliputi 22 bilah senjata tajam, 153 paket sabu seberat 251,83 gram, 44 butir ekstasi, 2.574 botol minuman keras, delapan jeriken tuak, 19 unit sepeda motor, dua unit mobil, 29 telepon seluler, satu laptop, uang tunai Rp14.422.000, serta puluhan barang bukti lainnya.
Frido menegaskan seluruh pengungkapan merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang dipadukan dengan hasil penyelidikan dan pemetaan daerah rawan kriminalitas.
"Keberhasilan ini tidak lepas dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan secara intensif," katanya.
Polda Kalsel memastikan operasi serupa akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen memberantas aksi premanisme, pungutan liar, peredaran narkotika, perjudian, hingga pencurian kendaraan bermotor yang selama ini meresahkan masyarakat.
Penulis: M Faidurrahman
