Viral Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Bara Api, Ini Penjelasannya

TANGKAPAN LAYAR: Suasana pelaksanaan fire walking oleh calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan - Foto Dok Istimewa

HABARMERDEKA.COM, JAKARTA - Video yang memperlihatkan sejumlah calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut dalam proses pelatihan calon karyawan.

Menanggapi viralnya video itu, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa aktivitas berjalan di atas bara api bukan materi utama maupun kewajiban dalam Program Orientasi Pegawai Baru (OPK).

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menjelaskan Program OPK dirancang sebagai fondasi awal untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, berkarakter, serta memiliki kesiapan mental sesuai nilai-nilai organisasi.

"Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai-nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta," ujar Erfan dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/8/2026).


Ia menjelaskan, pelaksanaan orientasi dilakukan secara terstruktur melalui berbagai metode pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuannya membangun kompetensi teknis, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, kemampuan beradaptasi, hingga kepedulian terhadap pelayanan publik.

Menurut Erfan, kegiatan berjalan di atas bara api merupakan salah satu metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman yang digunakan untuk mendukung tujuan pelatihan.

"Aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK, melainkan salah satu pendekatan dalam membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan orientasi dilaksanakan di bawah pendampingan instruktur yang kompeten dengan prosedur yang telah dipersiapkan serta mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan peserta.

Pihaknya menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi agar metode pembelajaran yang diterapkan tetap relevan, aman, dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

"Evaluasi akan terus dilakukan agar setiap metode pembelajaran yang diterapkan tetap selaras dengan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang profesional, menjunjung tinggi aspek keselamatan, serta memenuhi prinsip tata kelola yang baik," ujar Erfan.

Sebelumnya, video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah peserta mengenakan seragam hijau berjalan di atas bara api di area terbuka. Sebelum melintas, para peserta meneriakkan yel-yel "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya", kemudian setelah melewati bara api mereka langsung mencelupkan kaki ke ember berisi air.

Dalam video tersebut juga tampak beberapa orang berseragam loreng mendampingi jalannya kegiatan, bahkan salah seorang terlihat menyemprotkan cairan yang diduga sebagai bahan bakar ke bara api sebelum peserta melintas.

BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya membentuk sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Menurut perusahaan, kualitas pelayanan kepada peserta sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya sehingga setiap proses pengembangan calon pegawai akan terus dilakukan secara bertanggung jawab dan profesional.

Sumber: Inews 

Lebih baru Lebih lama