![]() |
| CERIA: Wali Kota Lisa saat mengunjungi TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru - Foto Dok Tim Redaksi |
HABARMERDEKA.COM, KALSEL - Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD, Hj. Erna Lisa Halaby, kembali mengunjungi sejumlah satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Banjarbaru, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungannya, Lisa menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, gembira, dan inklusif bagi anak.
Lisa juga mengingatkan satuan pendidikan agar tidak memberikan beban dan tekanan berlebihan kepada anak-anak, khususnya pada jenjang PAUD dan TK.
“Harapannya untuk TK, untuk PAUD, mereka jangan dikasih beban yang berat-berat dulu. Jangan dikasih beban yang berat. Tentunya bagaimana sekolah ini anak-anak merasa aman, nyaman untuk berkegiatan,” ujar Lisa.
Menurutnya, proses pendidikan anak usia dini harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan sehingga anak dapat belajar dan berkembang tanpa merasa tertekan.
“Harus dibuat gembira mereka, harus diberi happy, tapi jangan diberi tekanan-tekanan,” katanya.
Lisa menegaskan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sekolah, tetapi perlu diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Kota Banjarbaru.
“Bukan hanya sekolah di sini. Semua yang ada sekolah di Kota Banjarbaru menjadi tempat, lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan orang tua terhadap sekolah. Menurut Lisa, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, serta lingkungan sekolah yang ramah anak.
“Bagaimana caranya kita membangun trust, membangun kepercayaan. Walaupun dari sini tadi di ujung mana, walaupun di penjuru mana, kalau sudah masyarakat, orang tua mempercayakan anaknya sekolah di mana pun, artinya kan itu kepercayaan,” ujarnya.
Lisa meminta sekolah memperhatikan peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi anak.
“Yang pertama, kita harus memperhatikan peningkatan-peningkatan sumber daya manusia, infrastrukturnya juga, dan lingkungan-lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak,” katanya.
Selain itu, ia menekankan agar lingkungan sekolah bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Hak serta suara anak juga harus mendapat perhatian dari kepala sekolah dan tenaga pendidik.
“Bebas dari kekerasan, bebas dari diskriminatif, dan tentunya harus memperhatikan, harus menghormati hak dan suara setiap anak. Itu harus didengar, Bu. Enggak boleh kita mengabaikan,” tegas Lisa.
Untuk mendukung hal tersebut, Lisa meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik terus membangun komunikasi serta koordinasi dengan orang tua.
“Kepala sekolah, tenaga pendidik harus melakukan koordinasi, komunikasi bersama orang tua. Selalu dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman,” katanya.
Lisa juga menitipkan anak-anak kepada seluruh tenaga pendidik agar mendapat perhatian, bimbingan, pemantauan, dan pengawasan selama berada di lingkungan sekolah.
“Ulun minta semua tenaga pendidik yang ada di sini, ulun titip anak-anak dijaga dengan baik ya, Bu. Dibimbing dan dipantau, dimonitoring serta diawasi dengan baik,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Lisa berharap upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, gembira, dan inklusif dapat terus dilakukan di seluruh sekolah di Kota Banjarbaru.
Penulis: M Faidurrahman
